Selasa, 21 Juni 2016

Latihan Deskripsi "Show don't tell"


Dalam menulis sangat dianjurkan untuk menerapkan "Show don't tell"
Jadi kita tidak menjelaskan tapi mendeskripsikan.

Sederhananya begini.
Kasus : Bos kamu marah
Apakah bos kamu itu mengatakan, "Saya marah!"
Tapi yang ada, dia menaikan nada suara, tangannya nunjuk nunjuk, ekspresinya mengerikan.Si bos gak bilang saya marah, tapi kita tahu dia marah.
Nah menulis dengan show seperti itu.

Kita gak bilang tokohnya cantik tapi pas baca deskrisinya kita tahu dia cantik.

Dalam menulis memang kalimat sederhana menjadi panjang - tapi kalau kita membuatnya menarik justru jadi kelebihan.

Contohnya,
Kalimat show
Dedi Padiku itu norak melihat monas.
Bentuk tell-nya bagaimana?
Dedi Padiku baru pertama kali melihat monas. Impian terbesar anak kampung ini adalah melihat monas dengan mata kepalanya. Begitu sukanya, sampai sampai ia memutuskan untuk menginap semalaman di taman monas. Pagi hari ketika meninggalkan monas, ia menyempatkan menengok ke belakang dan melambaikan tangannya pada monas.

Contoh 1
Tahu Hermione di Harry Potter?
Kalimat tell:
Hermione sangatlah pintar.
Kalimat show :
Apapun soal sihir yang ditanya guru, Hermione selalu tahu jawabannya.
itu contoh, jadi tanpa dibilang pintar dari deskrispsi itu orang tahu Hermione pintar.
Contoh 2
Kalimat tell
Asma Nadia penulis ngetop.
Kalimat show
Buku-buku Asma Nadia selalu berjejer di deretan buku best seller.
Kalau kamu udah terbiasa membuat menulis dengan pendekatan show, tulisan kamu akan jauh lebih bagus.

Semoga bermanfaat. Dan silahkan coba tuliskan kalimat show dari kalimat di bawah ini di kolom komentar :
1. Megawati presiden perempuan pertama di Indonesia
2. Jokowi bukan ayahku
3. Anis anak koruptor pajak

Oleh : Isa Alamsyah

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon