![]() |
| Image : Pelita Hidup |
Tidak kurang dari 10 ribu sel sperma dihasilkan alat reproduksi pria setiap harinya. Di sana benih manusia dirancang sedemikian rupa, supaya sel teramat kecil itu berhasil mengarungi perjalanan mencapai tujuan, sel telur di rahim perempuan.
Sel yang teramat kecil itu diproduksi seakan pesawat di pabrik-pabrik perakitan modern. Bagian ekor dibuat untuk menimbulkan gaya gerak dorong dengan perbuatannya, bagian tengah merupakan mesin penggerak ekor itu, dan bagian kepala yang dilapisi berbagai bahan kimia tahan racun berisi benih manusia yang mengandung miliaran informasi sifat manusia yang akan ditumbuhkan olehnya. Sel berekor itu disertai cairan gula sebagai bahan bakar untuknya terus berjalan dan berenang.
Semua bagian sel mani dan perlengkapannya itu dirancang karena perjalanan dan rintangan yang akan ditempuhnya cukup berat. Pada alat reproduksi perempuan, tempat di mana sel sperma itu nanti akan berenang, terdapat begitu banyak cairan asam, yang berguna sebagai pembunuh bakteri yang senantiasa mengancam kesehatan saluran kelahiran. Asam itu bisa mematikan, yang karenanya bisa mematikan pula bagi sperma. Namun berkat basa yang disiapkan di bagian kepala sperma, asam-asam itu berhasil dinetralkan.
Siapa perancangnya? Siapa yang sudah menyiapkan segala perangkat sel sperma yang begitu lengkap dan sempurna? Karena bukan alat reproduksi itu sendiri yang merancang juga bukan pula orang yang memilikinya, maka mau tak mau harus mengakui sang perancang itu Allah Pencipta semesta alam.
Allah menciptakan sel sperma dan dengan pengetahuannya memberi perlengkapan sperma itu agar sukses menggapai tujuannya yaitu membuahi sel telur.
Dari tulisan karya Harun Yahya keajaiban itu saya baca. Di sini kembali menguraikannya, sekedar mau mengajak pembaca mentafakuri satu hal, jika hal serumit dan seluarbiasa itu sanggup Dia lakukan, maka apa susahnya menyelesaikan masalah kita?
Biasa kita baca pada ayat kursi. "Dan tidak pernah lelah mengurus keduanya, langit dan bumi, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Itu ayat sangat indah. Isinya penuh dengan pesan kasih sayang. Dia nyatakan sendiri sifat Dia yang, tidak pernah lelah sedikit pun mengurus langit dan bumi, supaya jangan pernah segan minta tolong sama Dia. Seakan kita dengar Dia berkata, lihatlah, mengurus langit bumi saja yang bagi manusia begitu besar tidak lelah, maka apalagi menyelesaikan urusah manusia yang hanya apalah-apalah.
Seringkali saya dapatkan masalah, akan tetapi saat hendak minta bantuan orang lain kita merasa segan. Khawatir merepotkan. Takut orang itu sedang banyak pekerjaan. Misalnya saat ban motor bocor di perjalanan, masuk bengkel, padahal sudah hak saya masuk bengkel menyatakan mau nambal ban, tapi jika melihat tukang bengkel sedang kerepotan dengan pekerjaannya, segan rasanya menyatakan minta bantuan sebelum ditanya.
Atau misalnya saat ada masalah usaha, mau minta bantuan biaya kepada orang tua, segan rasanya, mengingat Bapak pun sama, dia pun punya banyak beban: dia punya banyak utang, biaya keperluan makan, iuran listrik, dan masih banyak. Terasa segan minta bantuan kepada manusia karena sifat dasar mereka memang sama seperti kita, tak mau direpotkan. Tapi Allah...
Tapi Allah tidak, justru Dia sendiri menyatakan, Dia tidak sedang kerepotan. Silakan minta bantuan, silakan minta pertolongan.
Sel yang teramat kecil itu diproduksi seakan pesawat di pabrik-pabrik perakitan modern. Bagian ekor dibuat untuk menimbulkan gaya gerak dorong dengan perbuatannya, bagian tengah merupakan mesin penggerak ekor itu, dan bagian kepala yang dilapisi berbagai bahan kimia tahan racun berisi benih manusia yang mengandung miliaran informasi sifat manusia yang akan ditumbuhkan olehnya. Sel berekor itu disertai cairan gula sebagai bahan bakar untuknya terus berjalan dan berenang.
Semua bagian sel mani dan perlengkapannya itu dirancang karena perjalanan dan rintangan yang akan ditempuhnya cukup berat. Pada alat reproduksi perempuan, tempat di mana sel sperma itu nanti akan berenang, terdapat begitu banyak cairan asam, yang berguna sebagai pembunuh bakteri yang senantiasa mengancam kesehatan saluran kelahiran. Asam itu bisa mematikan, yang karenanya bisa mematikan pula bagi sperma. Namun berkat basa yang disiapkan di bagian kepala sperma, asam-asam itu berhasil dinetralkan.
Siapa perancangnya? Siapa yang sudah menyiapkan segala perangkat sel sperma yang begitu lengkap dan sempurna? Karena bukan alat reproduksi itu sendiri yang merancang juga bukan pula orang yang memilikinya, maka mau tak mau harus mengakui sang perancang itu Allah Pencipta semesta alam.
Allah menciptakan sel sperma dan dengan pengetahuannya memberi perlengkapan sperma itu agar sukses menggapai tujuannya yaitu membuahi sel telur.
Dari tulisan karya Harun Yahya keajaiban itu saya baca. Di sini kembali menguraikannya, sekedar mau mengajak pembaca mentafakuri satu hal, jika hal serumit dan seluarbiasa itu sanggup Dia lakukan, maka apa susahnya menyelesaikan masalah kita?
Biasa kita baca pada ayat kursi. "Dan tidak pernah lelah mengurus keduanya, langit dan bumi, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Itu ayat sangat indah. Isinya penuh dengan pesan kasih sayang. Dia nyatakan sendiri sifat Dia yang, tidak pernah lelah sedikit pun mengurus langit dan bumi, supaya jangan pernah segan minta tolong sama Dia. Seakan kita dengar Dia berkata, lihatlah, mengurus langit bumi saja yang bagi manusia begitu besar tidak lelah, maka apalagi menyelesaikan urusah manusia yang hanya apalah-apalah.
Seringkali saya dapatkan masalah, akan tetapi saat hendak minta bantuan orang lain kita merasa segan. Khawatir merepotkan. Takut orang itu sedang banyak pekerjaan. Misalnya saat ban motor bocor di perjalanan, masuk bengkel, padahal sudah hak saya masuk bengkel menyatakan mau nambal ban, tapi jika melihat tukang bengkel sedang kerepotan dengan pekerjaannya, segan rasanya menyatakan minta bantuan sebelum ditanya.
Atau misalnya saat ada masalah usaha, mau minta bantuan biaya kepada orang tua, segan rasanya, mengingat Bapak pun sama, dia pun punya banyak beban: dia punya banyak utang, biaya keperluan makan, iuran listrik, dan masih banyak. Terasa segan minta bantuan kepada manusia karena sifat dasar mereka memang sama seperti kita, tak mau direpotkan. Tapi Allah...
Tapi Allah tidak, justru Dia sendiri menyatakan, Dia tidak sedang kerepotan. Silakan minta bantuan, silakan minta pertolongan.
Penulis : Dana

EmoticonEmoticon